TUGAS 3 SOFTSKILL ETIKA PROFESI
ETIKA PROFESI
Standard Teknik adalah serangkaian
eksplisit persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau layanan.
Jika bahan, produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari spesifikasi
yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Standard
teknik juga merupakan sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu kontrak
atau dokumen pengadaan. Ini menyediakan rincian yang diperlukan tentang
persyaratan khusus. Standard teknik dapat ditulis oleh instansi pemerintah,
organisasi standar (ASTM, ISO, CEN, dll), asosiasi perdagangan, perusahaan, dan
lain-lain. Berikut ini adalah contoh-contoh standar teknik:
1.
SNI (Standar Nasional
Indoesia), Salah satu contoh standart teknik adalah
SNI ( Standart Nasional Indonesia ). SNI adalah satu – satunya standart yang
berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib
pekerjaan harus memenuhi standart SNI ini. Agar SNI memperoleh keberterimaan
yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code
of good practice, yaitu:
a)
Openess :Terbuka agar semua stakeholder
dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
b)
Transparency:agar stakeholder yang berkepentingan
dapat mengikuti perkembangan SNI dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke
tahap penetapannya.
c)
Consensus and impartiality :agar semua
stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
d) Effectiveness and relevance:memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan
kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
e)
Coherence:Koheren dengan pengembangan
standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari
perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional.
f)
Development dimension (berdimensi
pembangunan):agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional
dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
2.
Standar Industri Jepang (JIS), menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses
standarisasi dikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan
dipublikasikan melalui Asosiasi Standar Jepang. Selama Perang Dunia II, standar
disederhanakan didirikan untuk meningkatkan produksi materiil, setelah
kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada 1945 maka dibentuk organisasi
Standar Asosiasi Jepang. Para Industri Jepang Komite Standar peraturan
yang diundangkan pada tahun 1946, standar Jepang (JES baru)
dibentuk. Hukum Standardisasi Industri disahkan pada 1949, yang membentuk
landasan hukum bagi Standar hadir Industri Jepang (JIS). Hukum Standardisasi
Industri direvisi pada tahun 2004 dan “JIS tanda” (produk sistem sertifikasi)
diubah sejak 1 Oktober 2005, baru JIS tanda telah diterapkan pada sertifikasi
ulang.
3.
ASTM (American Standard Testing and Material), ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang
mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa.
ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM merupakan singkatan
dari American Society for Testing and
Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompokinsinyur dan
ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu
bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar.
Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam
penelitian akademisi maupun industri.
4.
Standar
Nasional Inggris (BSI), BSI adalah Badan Standar Nasional
Inggris (NSB) dan merupakan pertama di dunia. Ia mewakili kepentingan Inggris
ekonomi dan sosial di semua organisasi standar Eropa dan internasional dan
melalui pengembangan solusi informasi bisnis untuk organisasi Inggris dari
semua ukuran dan sektor. BSI Standar bekerja dengan industri manufaktur dan
jasa, bisnis, pemerintah dan konsumen untuk memfasilitasi produksi standar
Inggris, Eropa dan internasional.Bagian dari BSI Group, BSI Standar memiliki
hubungan kerja yang erat dengan pemerintah Inggris, terutama melalui Departemen
Inggris untuk Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (BIS).BSI Standar adalah nirlaba
mendistribusikan organisasi, yang berarti bahwa setiap keuntungan yang
diinvestasikan kembali ke dalam layanan yang disediakan.
Standar manajemen adalah
struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang
kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen akan
lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung
standarisasi pada setiap mutu produk yang di hasilkan perusahan maka hadirlah
Organisasi Internasional untuk Standarisasi yaitu Internasional Organization
for Standardization (ISO) berperan sebagai badan penetap standar internasional
yang terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi nasional setiap negara. ISO
didirikan pada 23 februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan
komersial dunia, ISO adalah jaringan institusi standar nasional dari 148
negara, pada dasarnya satu anggota pernegara, ISO bukan organisasi pemerintah
ISO menempati posisi spesial diantara pemerintah dan swasta. Oleh karena itu,
ISO mampu bertindak sebagai organisasi yang menjembatani dimana konsensus dapat
diperoleh pada pemecahan masalah yang mempertemukan kebutuhan bisnis dan
kebutuhan masyarakat. Berikut ini adalah contoh standar manajemen yang
berkaitan dengan teknik industri :
1.
ISO 9001, (Manajemen Mutu) ISO 9001 adalah standar
internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM)
dan bersifat global. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan dan
seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata
dalam aktifitas rutin perusahaan. Sistem ini besifat umum dan dapat diterapkan
untuk berbagai jenis organisasi dan industri. Sistem ini juga bersifat
fleksibel untuk mengarahkan berbagai organisasi dan industri dalam mencapai
efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaannya untuk mencapai kepuasan
pelanggan.
2.
ISO 31000:2009 (Manajemen Risiko), ISO 31000:2009
merupakan pedoman standar, instruksi, dan tuntutan bagi sebuah organisasi untuk
membangun sebuah pondasi dan kerangka kerja bagi suatu program manajemen
risiko. Pondasi tersebut meliputi aturan, tujuan, dan komitmen untuk membangun
suatu program manajemen risiko yang komprehensif. Kerangka kerja meliputi
perencanaan, akuntabilitas dari para karyawan, proses dan aktivitas yang
digunakan untuk mengelola risiko dalam kinerja perusahaan. Tujuan dari
standarisasi ini adalah untuk menyediakan prinsip-prinsip dan acuan dari
program manajemen risiko kepada organisasi.
3.
OHSAS 18001, Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara umum merujuk pada 2 (dua) sumber,
yaitu Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dan pada Standar OHSAS 18001:2007 Occupational Health and
Safety Management Systems. Pengertian Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan
yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung-jawab, pelaksanaan,
prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan,
pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Secara umum,
Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kerja yang sering (umum) dijadikan rujukan
ialah Standar OHSAS 18001:2007, ILO-OSH:2001 dan Permenaker No 5 Tahun 1996
tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
4.
Total Quality Management (TQM), mengacu pada penekanan
kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga
pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan
perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa
penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan
berkualitas, yaitu:
a)
Kualitas meliputi usaha memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan
b)
Kualitas mencakup produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungan
c)
Kualitas merupakan kondisi yang selalu
berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang
berkualitas pada saat yang lain).
d) Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Komentar
Posting Komentar