Tugas ISD 3
1.Masalah
Pertentangan-pertentangan Sosial dan Integrasi
PERBEDAAN
KEPENTINGAN
Kepentingan
Merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku untuk
memenuhi kepentingannya.
Dengan
berpegang pada prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau
alat dalam memeuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan
dari kepentingan tersebut.
Oleh karena
Individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam
aspek-aspek pribadinya, Maka timbul perbedaan kepentingan. Perbedaan itu antara
lain :
- Kepentingan individu untuk
memperoleh kasih sayang.
- Kepentingan individu untuk
memperoleh harga diri
- Kepentingan individu untuk
memperoleh penghargaan yang sama
- Kepentingan individu untuk
memperoleh prestasi dan posisi
- Kepentingan individu untuk
dibutuhkan orang lain
- Kepentingan individu untuk
memperoleh kedudukan didalam kelompoknya
- Kepentingan individu untuk
memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
- Kepentingan individu untuk
memperoleh kemerdekaan diri
Kenyataan-kenyataan
seperti ini kemampuan suatu ideology mewujudkan idealisme yang akhirnya akan
melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik.
Perbedaan
kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan konflik tetapi mengenal
beberapa fase yaitu :
- Fase disorganisasi karena
kesalah pahaman yang menyebabkan sulitnya satu kelompok menyesuaikan diri
dengan norma ideology
- Fase disintegrasi yaitu
pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti protes, aksi masa,
dll. Walter W.Martin mengemukakan tahapan disintegrasi :
- Ketidak sepahaman anggota
kelompok tentang tujuan social yang akan dicapai
- Norma social yang tidak
membantu masyarakat dalam mencapai tujuan
- Norma yang telah dihayati oleh
kelompok bertentangan satu sama lain
- Sanksi sudah menjadi lemah
- Tindakan masyarakat sudah
bertentangan dengan norma kelompok
- Prasangka, Diskriminasi, Dan
Etnosentrisme
PERTENTANGAN-PERTENTANGAN
SOSIAL / KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT
Terdapat 3
elemen- elemen dasar yang merupakan cirri khas dari konflik :
- Terdapat dua atau lebih unit –
unit atau bagian
- Unit – unit tersebut mempunyai
perbedaan- perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap,
maupun gagasan – gagasan.
- Terdapat interaksi diantara
bagian – bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik
adalah suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi – emosi tertentu yang
sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konfli dapat terjadi di
lingkungan :
- Pada taraf diri seseorang
- Pada taraf kelompok
- Pada taraf masyarakat
Adapun cara
pemecahan konflik tersebut adalah :
- Elimination, yaitu pengunduran
diri dari salah satu pihak
- Subjugation atau domination,
yaitu memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
- Majority rule, artinya dengan
suara terbanyak
- Minority contsent, artinya
kelompok mayoritas menang, tetapi kelompok minoritas tidak merasa
dikalahkan dan sepakat untuk bersama.
- Compromise, semua sub kelompok
mengambil jalan tengah.
- Integrasi, artinya pendapat –
pendapat yang bertentangan didiskusikan sampai mencapai keputusan yang
memuaskan bagi semua pihak.
Integrasi
social
Integrasi
social dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat secara
keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan
prasangka di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, tidak banyak system
yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.
Integrasi
Nasional
Integrasi
social adalah merupakan masalah yang dialami semua Negara di dunia. Yang
berbeda adalah bentuk permasalahannya.
Menghadapi
masalah integrasi sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalahnya
berbeda.
- Beberapa permasalahan integrasi
social
- Perbedaan ideology,
disebabkan perbedaan falsafah hidupnya yang berpengaruh dalam proses
sosialisasinya
- Kondisi masyarakat yang
majemuk, terdiri dari pribumi dan keturunan asing
- Masalah territorial daerah
yang cukup jauh, akan mempererat kelompok etnis tertentu.
- Pertumbuhan partai
politik,memunculkan kesenjangan pertentangan politik.
2,
Upaya pendekatan
- Mempertebal keyakinan seluruh
warga Negara Indonesia terhadap Ideologi Nasional
- Membuka isolasi antar etnis dan
antar pulau.
- Menggali kebudayaan daerah
menjadi kebudayaan nasional
- Membentuk asimilasi bagi
berbagai etnis baik pribumi ataupun keturunan asing.
Komentar
Posting Komentar